Dokter Psikolog

Memang pada dasarnya tidak semua anak dilahirkan dalam kondisi normal, baik itu secara fisik maupun psikis, salah satu jenis gangguan yang sering kali dialami oleh bayi maupun anak-anak dan bisa berdampak besar pada perkembangan mereka adalah autisme. Pastinya banyak yang sudah sering mendengar istilah yang satu ini bukan. Ini termasuk dalam kelainan perkembangan saraf yang sebenarnya bisa di diagnosis sejak masih anak-anak. Tanya dokter psikolog untuk bisa tahu lebih lanjut mengenai kondisi ini.
 
Biasanya gejala dari autisme ini sendiri sudah bisa mulai dikenal sejak mereka berusia 18 bulan. Tentunya untuk anak-anak yang menderita kelainan tersebut memerlukan tindakan perawatan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak normal pada umumnya bukan. Setidaknya menurut catatan ada sekitar 1 dari 100 anak menderita autisme, tak hanya di negara-negara maju saja, melainkan juga negara berkembang seperti Indonesia ini.
 
Sebenarnya anak-anak yang menderita gangguan tersebut dapat dideteksi secara mudah dengan mengenali ciri-cirinya, berikut ini yang harus orang tua ketahui, yaitu:
 
1.    Kemampuan sosial yang terganggu, biasanya anak-anak yang autis akan menunjukkan gejala yaitu:

•    Kurang senang berinteraksi dengan hal-hal yang ada di sekitar mereka, termasuk kadang tidak menyadari keberadaan orang lain yang ada di sekitarnya, sudah masuk kedalam dunia mereka sendiri.
•    Tidak tahu bagaimana cara untuk bermain dan juga bercanda. Bahkan tidak dapat membangun pertemanan dengan anak-anak seusia mereka sendiri.
•    Mereka tidak suka disentuh, bahkan tidak ingin dipegang maupun dipeluk, tidak tertarik melakukan kontak fisik dengan orang lain.
•    Tidak bisa menirukan gerakan yang dilakukan oleh orang lain, sehingga membuatnya tidak bisa bergabung dalam permainan yang ada dalam sebuah kelompok.
•    Anak autis umumnya juga akan kesulitan untuk memahami perasaan orang lain dan mengungkapkannya.
•    Tidak ada perhatian ketika diajak berbicara dengan seseorang.
•    Lebih senang menyendiri dan bermain sendiri.

2.    Kesulitan dalam berkomunikasi, gejalanya meliputi:

•    Terlambat dalam berbicara, namun pada dasarnya tidak semua anak yang terlambat berbicara tersebut juga dikatakan autis.
•    Senang mengulang kata atau frasa yang sama secara terus menerus.
•    Sering kali memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan, juga lebih senang mengulang-ulang pertanyaan orang lain atau lawan bicaranya.
•    Nada bicara yang diberikan juga tidak normal, biasanya sangat datar ketika bertanya.
•    Sering kali salah di dalam membuat sebuah kalimat. Seperti diantaranya adalah pemakaian kata ganti aku dan juga kamu.
•    Tidak bisa memahami perintah atau pertanyaan yang sederhana.
 
3.    Sulit di dalam berkomunikasi secara non verbal, misalnya adalah ketika diajak berbicara maka mereka akan menghindari kontak mata. Tidak bisa memahami ekspresi wajah dari lawan bicarannya hingga terkadang juga tidak dapat bereaksi atau berekspresi terhadap suatu hal.

4.    Perilakunya yang kurang fleksibel, biasanya anak-anak autis lebih senang mengikuti rutinitas yang sifatnya kaku, jika seandainya rutinitasnya tersebut dirubah maka akan membuatnya marah. Susah sekali untuk beradaptasi terhadap jadwal atau lingkungan yang baru. anak autis terkadang juga tertarik pada hal-hal yang sifatnya tidak biasa. Sangat terobsesi untuk mengatur sesuatu agar benar-benar rapi.
 
Gejala-gejala tersebut memang dapat dikenali sejak dini, jika seandainya sudah terdeteksi maka ada baiknya segera lakukan konsultasi. Tanya dokter psikolog, kini banyak ditawarkan kemudahan bagi Anda di dalam melakukan konsultasi dengan tenaga medis, diantaranya adalah dengan konsultasi online, yaitu memanfaatkan aplikasi Halodoc.