Wisata Bromo Diperbaiki Pemerintah 2017

Pemerintah Kabupaten Probolinggo bakal merevitalisasi kawasan Bromo, terutama di Kecamatan Sukapura. Yakni dengan perbaikan kawasan pemukiman dan air bersih.

Kepastian itu setelah Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mewakili pemerintah setempat, menandatangani memorandum of understanding (MoU) 29 Mei lalu. MoU itu ditandatangani Timbul bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata.

Dari MoU itu, Pemkab Probolinggo mendapatkan alokasi dana sekitar Rp 30 miliar. Anggaran ini untuk pengembangan destinasi wisata Gunung Bromo di wilayah Kecamatan Sukapura. Timbul mengatakan, penandatanganan MoU itu untuk penyelenggaraan dukungan infrastruktur permukiman pada 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia atau dikenal sebagai destinasi wisata 10 Bali baru. Dari 10 KSPN, salah satunya adalah Gunung Bromo.

“Sesuai Peraturan Presiden Nomor 3/2016, Direktorat Jenderal Cipta Karya berkomitmen mendukung di bidang pengembangan kawasan permukiman, penataan bangunan, dan lingkungan sistem penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan permukiman,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo, Donny Adianto, bantuan itu khusus untuk perbaikan kawasan pemukiman dan air bersih yang menunjang fasilitas di Bromo. ‘’Itupun baru bisa dilaksanakan tahun depan. Karena dananya juga baru turun tahun depan,’’ katanya.

Selain Kabupaten Probolinggo, bantuan juga diberikan pada daerah yang menjadi pendukung KSPN Bromo, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Lumajang. Namun nilainya berbeda.

Donny mengatakan, pihaknya kini sedang menyusun kegiatan pembangunan. Namun yang pasti untuk difokuskan di wilayah Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

"Peningkatan air bersih itu tentunya akan meningkatkan pelayanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bromo melalui Desa Ngadisari,’’ pungkasnya.

Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, merupakan desa paling dekat dengan kawasan wisata Gunung Bromo. Jumlah homestay menurut BPS tahun 2016, ada 145 homestay dan 14 hotel melati tersebar di Desa Ngadisari.

Sedangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bromo melalui Desa Ngadisari semakin tahun makin meningkat. Pada tahun 2014 jumlah wisatawan domestik 64.294. Sedangkan tahun 2015 menjadi 128.020. Sedangkan wisatawan mancanegara pada tahun 2014 mencapai 8.680. Pada tahun 2015 mencapai 14.304.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yakin, Bromo Tengger Semeru (BTS) yang berada di Jawa Timur itu akan semakin maju. Tantangannya adalah membangun secara integrated, terutama 14 pilar dalam TTCI (Travel Tourism Competitiveness Index) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) itu.

"Soal air bersih, sanitasi, perumahan, infrastruktur, dan lainnya itu harus dikeroyok secara incorporated. Kalau kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa. Pasti bisa, membangun dengan spirit Indonesia Incorporated," jelas Arief Yahya.